Jelang libur tahun baru, Museum Geologi Bandung menggelar event terkahir di 2019 bertajuk peta geologi \"Ria Bersama di Akhir Tahun 2019 : Day and Night at The Museum\", Sabtu (28/12/2019).
Di acara ini, museum satu-satunya di Indonesia yang menyimpan fosil T-Rex hal yang demikian buka hingga pukul 10 malam.
Humas Museum Geologi Bandung, Tori Agus Prianto mengatakan, rangkaian acara yang berlangsung sejak pagi hari hal yang demikian salah satunya bertujuan untuk menghapus stigma museum sebagai daerah yang seram di kalangan masyarakat.

Lewat berjenis-jenis event bulanan, museum ini berusaha hadir sebagai ruang publik yang terbuka dan edukatif.
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, selepas hujan siang hari, warga yang telah memadati zona museum kelihatan asyik duduk-duduk sambil berbelanja aneka makanan di area taman depan Museum Geologi yang disulap menjadi daerah piknik keluarga.
Sementara itu, beberapa lainnya mencontoh rangkaian acara lain seperti panggung seni anak-si kecil hingga pembicaraan geologi populer bertajuk \"Fosil Sebagai Pertanda Kehidupan\".
\"Event seperti ini rutin kita selenggarakan setiap bulan, tetapi yang ini ialah event terkahir di 2019 jadi spesial kita hadirkan pelbagai acara,\" ungkapnya.
Salah satunya yang spesial, dia mengatakan, adalah tur kunjungan museum yang dibuka sampai malam hari. Tidak sembarang tur, pengunjung yang telah daftar untuk hadir di hari ini berkesempatan menelisik ruang pamer
Sejarah Kehidupan yang enam bulan baru-baru ini tengah direnovasi. Ruang hal yang demikian tidak lain yaitu ruangan yang memuat fosil T-Rex dan binatang purba lainnya.
\"Sesudah seminar peserta akan kita ajak masuk ke ruang Sejarah Kehidupan. Tur ini sangat eksklusif sebab ruang tersbeut akan kembali ditutup hingga selesai renovasi, targetnya 2020,\" ungkapnya.
Tur tersebut, ia mengatakan terbagi ke dalam beberapa sesi yang berlangsung sampai malam hari. Salah satu tujuannya yakni untuk menghilangkan kesan mengerikan museum di masyarakat.
\"Kita berkeinginan menonjolkan bahwa museum buka di malam hari bahkan enggak ada apa-apa, tidak ada kesan seram. Museum juga ialah ruang publik yang bisa dirasakan publik,\" jelasnya.